Pengaruh Penilaian dan Pencatatan Prestasi terhadap Pembentukan Sikap Disiplin Siswa SD

Authors

  • Hanadea Juwita Universitas Ngudi Waluyo
  • Jefrison Bili Universitas Ngudi Waluyo
  • Nesya Aprilianingrum Universitas Ngudi Waluyo
  • Octavia Ayu Ramadhani Universitas Ngudi Waluyo
  • Lisa Virdinarti Putra Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.55123/didik.v1i3.249

Keywords:

Character Education, Student Discipline , Holistic Assessment , Attitude Development , Elementary School

Abstract

Character education serves as a crucial foundation for shaping a generation that excels not only academically but also in personality. One of the key attitudes that must be instilled early is discipline. In this context, student assessment and performance recording are not merely tools to measure academic outcomes but also reflections of students' behavior and character development. When students realize that their attitudes and achievements are acknowledged and valued, they develop an intrinsic motivation to behave more responsibly. Field observations indicate that schools integrating positive behavior tracking into their evaluation systems tend to foster students who are more disciplined, more rule-conscious, and more engaged in school activities. Holistic assessment fosters a sense of fairness and intrinsic drive among students. Therefore, evaluation policies should not only focus on numerical scores but also emphasize and nurture character values. This approach is a strategic step toward strengthening character education through a structured and continuous system.

References

[1] Depdiknas. (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003.

[2] Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

[3] Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

[4] Mulyasa, E. (2011). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

[5] Suryabrata, S. (2004). Psikologi Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

[6] Depdiknas. (2006). Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

[7] Departemen Pendidikan Nasional. Hamalik, O. (2010). Pendidikan Guru: Konsep, Strategi, dan Metode.

[8] Tilaar, H.A.R.(2009). Pengembangan Pendidikan Nasional: Suatu Perspektif Manajemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

[9] Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

[10] Uno, H.B. (2008). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

[11] Bafadal, I. (2009). Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

[12] Dimyati & Mudjiono.(2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

[13] Lickona, T.(1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books

[14] Santrock, J.W. (2011). Educational Psychology (5th Edition). New York: McGraw-Hill.

[15] Agustina, R., & Hartono, A. (2021). Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar Melalui Penilaian Otentik. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1),

[16] Astuti, P., & Widodo, B. (2020). Pengaruh Penilaian Formatif Berbasis Karakter Terhadap Disiplin Belajar Siswa SD. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 8(2)

[17] Iswanto, R., & Lestari, Y. (2023). Studi Kasus: Penerapan Portofolio Perilaku untuk Mengukur dan Meningkatkan Disiplin Siswa SD. Jurnal Penelitian Pendidikan, 24(2)

[18] Novita, D., & Pratiwi, I. (2023). Pengaruh Konsistensi Penilaian dan Pencatatan terhadap Pembentukan Kebiasaan Disiplin Siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 16(2),

[19] Sukardi, E., & Permatasari, A. (2021). Keterlibatan Guru dalam Perancangan Instrumen Penilaian Disiplin Siswa SD. Jurnal Profesi Keguruan, 6(2),

[20] Sari, Y., & Kusuma, D. (2020). Studi Komparatif: Tingkat Disiplin Siswa pada Sekolah dengan dan Tanpa Penilaian Karakter. Jurnal Pendidikan Dasar FIP UNJ, 11(1),

Downloads

Published

2025-08-10