Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.55123/didik.v1i3.292Keywords:
Problem-Based Learning , Critical Thinking , Learning StrategiesAbstract
This study aims to describe the application of Problem-Based Learning (PBL) strategies to improve students' critical thinking skills. The research method used was a literature review analyzing various relevant sources. The results indicate that PBL can facilitate students in identifying problems, analyzing information, formulating solutions, and logically evaluating their thinking. Therefore, PBL can be used as an effective learning strategy in developing students' critical thinking skills at various levels of education.PBL is a learning approach that uses real-world problems as a context for students to learn critical thinking, solve problems, and acquire essential knowledge and concepts from the subject matter. This model was first developed in 1969 at McMaster University School of Medicine, Canada, to address health issues and was later adapted for general education to improve student learning outcomes. Through PBL, students are encouraged to learn independently, seek relevant information, and collaborate with peers to identify and solve learning problems. This approach trains students in analysis, creativity, and independence, while also increasing motivation for discussion and the contribution of ideas. Thus, PBL is significantly more effective than conventional learning in training students to think critically and solve problems.
References
[1] Arends, R. I. (2012). Learning to Teach (9th ed.). New York: McGraw-Hill.
[2] Arends, R.I. (2012). Learning to Teach (9th Ed.). New York: McGraw-Hill.
Membahas model-model pembelajaran, termasuk PBL, dengan penjelasan langkah-langkah dan penerapannya.
[3] Buku Merdeka Belajar Inovatif
[4] Dimyati & Mudjiono. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
[5] Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.
[6] Hidayati, N., & Nurhayati. (2019). Penerapan Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan, 20(2), 112-119.
Penelitian ini membuktikan PBL efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP.
[7] http://repository.unpas.ac.id/52091/7/BAB%20II.pdf
[8] https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/perbedaan-project-based-learning-dan-problem-based-learning
[9] Huda, M. (2013). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[10] Huda, M. (2018). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan, 5(2), 123–134.
[11] Mayasari, Annisa, Opan Arifudin, and Eri Juliawati. 2022. “Implementasi Model Problem Based Learning (Pbl) Dalam Meningkatkan Keaktifan Pembelajaran.” Jurnal Tahsinia 3(2):167–75.
[12] Ramadhani, R., Umam, R., Abdurrahman, A., Syazali, M., Agustina, M., Saleh, M., Arsika, I. M. B., Sudiarawan, K. A., Dharmawan, N. K. S., Samsithawrati, P. A., Widhyaastuti, I. G. A. A. D., & Mahartayasa, M. (2019). Buku Pedoman Problem Based Learning. Jurnal Ilmiah Didaktika, 14(2), 164–173.
[13] Rokhmah, D., & Susilowati, E. (2020). Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Sains, 8(1), 1-7.
Menjelaskan dampak PBL pada pembelajaran IPA.
[14] Sanjaya, Wina. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Menjelaskan berbagai strategi pembelajaran inovatif termasuk PBL.
[15] Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana.
Buku ini menguraikan langkah-langkah implementasi PBL di kelas.
[16] Yulianti, D. (2015). Penerapan Model Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan, 16(1), 45-52.
Studi kasus di tingkat SMA.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anita Anggraeni Anita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan (DIDIK) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan (DIDIK).




















